Siti Sanusi

Seorang guru Bahasa Indonesia di salah satu sekolah menengah atas di Cianjur, puisi adalah kesukaannya dan teater adalah kecintaannya....

Selengkapnya
12. Yuk, Memasak Bareng Anak! (2)

12. Yuk, Memasak Bareng Anak! (2)

Hari minggu kemarin, kami sekeluarga tidak mengagendakan pergi jalan-jalan ke luar. Meskipun tanggal di kalender masih menunjukkan angka di awal bulan, tapi melihat cuaca yang sedari subuh sudah turun hujan dan ternyata berlanjut seharian, rasanya males kemana-mana. Bertanya ke anak pun katanya, "Engga ah, Bu. Pengen di rumah saja."

Akhirnya si Ibu yang engga bisa diam ini kefikiran untuk mengajak anak ngubek dapur lagi sembari bercengkrama, "Bikin kue yuk?"

Tak mengira si bungsu dan si pengais bungsu menanggapinya dengan semangat, "Ayuk.. Ayuk.. Ayuk.."

Tinggal Ibunya yang jadi bingung, masak apa yang mudah caranya, enak hasilnya, dan menyenangkan prosesnya? Dan yang paling penting, bisa menyelipkan poin-poin pembelajaran tentang kehidupan yang bisa kita sampaikan kepada anak.

Sesudah membuka lemari persediaan makanan, sepertinya kita akan membuat Bola-bola Susu saja. Yuk, kita mulai.

Pertama-tama, kita minta anak-anak untuk mempersiapkan bahan-bahannya berupa tepung tapioka, daun pandan, susu bubuk full cream, vanilli bubuk, susu kental manis, air panas, dan pewarna makanan. Pembelajaran yang akan kita terapkan adalah tentang ilmu bekerja sama, yaitu tentang saling berbagi tugas. Misalnya, saya minta si bungsu menyiapkan bahan-bahan dan si pengais bungsu menimbangnya.

Selanjutnya, minta salah satu anak untuk mengayak tepung tapioka. Usahakan jangan menyuruh, tapi pintai anak yang menentukan. Pembelajarannya adalah, keberanian anak dalam unjuk kemampuan.

Tahapan menyangrai tepung bersama daun pandan yang sudah dipotong-potong di atas api kecil, biarlah Ibu saja yang mengerjakan karena jika menyangrainya tidak tepat, bisa membuat tepungnya menjadi gosong. Ditambah lagi khawatir, di saat menyangrai anak terkena wajannya yang panas.

Jika daun pandan sudah tampak mengering dan tepung terasa ringan, itu tandanya tepung sudah bisa diangkat. Pindahkan tepung ke wadah lalu diamkan dahulu sejenak hingga dingin cenderung hangat di suhu ruangan.

Sembari menunggu tepung dingin, kita bisa meminta anak menyiapkan bahan lainnya, yaitu mencairkan pewarna dengan dengan air matang. Adapun tingkat kepekatannya sesuai selera. Minta anak yang memilih dan menentukan kepekatan warna, nilai pembelajarannya adalah tentang kebebasan anak dalam menentukan pilihannya.

Jika tepung sudah dingin cenderung hangat, minta bantuan anak untuk memasukkan bahan lainnya berupa susu bubuk, susu kental manis, dan vanilla bubuk. Selipkan kata "tolong" dalam kalimat kita, untuk menunjukkan bahwa ketika kita memerlukan bantuan orang lain, selalulah mengawalinya dengan kata "tolong".

Kita aduk-aduk semua bahan hingga tercampur rata, sembari diberi air panas sedikit demi sedikit. Jika adonan sudah tidak lengket dan dapat dipulung, itu tandanya adonan sudah bisa kita buat bola-bola.

Tapi sebelum itu, kita bagi adonan sebanyak warna yang akan digunakan. Jika kita mau menggunakan warna merah, kuning, dan hijau, maka adonan akan kita bagi tiga. Beri anak masing-masing satu pilihan warna, nilai pembelajarannya adalah tentang rasa tanggung jawab.

Inilah saat-saat yang paling ditunggu si bungsu. Mencomot sedikit adonan, disimpannya di telapak tangan, lalu dibentuknya bulatan-bulatan kecil. Beri pujian jika hasilnya bagus.

Maka, bola-bola susu pun sudah selesai dibentuk. Tata ke dalam toples, lalu tutup. Bola-bola susu ini kuat hingga dua mingguan di suhu ruangan.

Menyenangkan bukan memasak bareng anak?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali